Minggu, 24 November 2013

Sepenggal cerita masa lalu

Guys .... ketika sepasang makhluk manusia menjalani sebuah hubungan pasti tidak lepas cerita tentang kisah masa lalu. Dari masa sekolah, terus masa-masa punya sahabat yang care atau ambur adul, atau cerita yang dari jadi anak baik-baik ampe jadi anak urak-urakan dan sekarang baek lagi kayak disinetron-sinetron gitu atau cerita percintaan?  dan pastinya sebagian cerita  itu pasti nyisip cerita "SANG MANTAN".

Beberapa pasangan mungkin lebih memilih tidak menceritakan hal ini dengan alasan takut menjadi boomerang bagi pasangannya yang bakal sakit hati lalu akan menjadikan suatu alasan permasalahan atau perbandingan si A begini dan si B begini. Secara ga ada orang yang suka dibanding-bandingkan.

Dan bagi segilintir orang juga menganggap bahwa si doi harus cerita semuanya, daripada dia harus tahu dari orang lain dan si doi harus bisa menerima dirinya apa adanya, dan tak ada lagi yang harus ditutupi dalam hubungan mereka. Urusan terima atau ga belakangan yang penting udah cerita. hikhiikhik

Oke .. Fine Apapun menurut padangan kamu-kamu semua guys, ga ada yang salah. Mantan adalah cerita masa lalu. Untai demi untaian cerita kenangan sudah terlanjur basah dijalani yang ga bisa kita ganti ceritanya supaya dramatis. Kenangan adalah hal yang terindah & tak kan terlupakan kecuali kehendak Allah SWT yang emank bener pengen ngapusin ntu memory dalam otak kamu-kamu semua.

Dan hikmah yang perlu kamu ambil dari masa lalu kamu adalah sekarang kamu menjadi lebih dewasa dan bijak jika tertimpa masalah yang sama. Kamu ga perlu khawatir lagi apa yang harus kamu lakuin karena kamu sudah tahu kunci keluar dari masalah kamu.

Jika hidup ini ibarat  sebuah buku kosong yang terdiri dari cover depan adalah awal mulanya nyawa, lembaran demi lembaran halaman adalah ukiran cerita kehidupan kita dan cover belekang adalah akhir cerita yang kita ga tahu apa endingnya.

Guuyys ... kita tidak tahu sampai mana nafas kita akan berhembus, sampai mana kita bisa merasakan oksigen yang masih gratis ini, ga tau kapan ending bisa posting di blog, ga tahu ending deh pokoknya, Tapi tidak ada salahnya sekarang kita belajar untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya dan menjadi yang sosok terbaik untuk orang yang menjadi pilihan kita walau kita tidak tahu sampai kapan cerita yang bisa kita tulis bersamanya.

Setidaknya kita sudah menulis cerita indah men .... Dan ketika si Doi ingin membaca ulang dari cerita itu buku, nama kita akan tersebut  menjadi kenangan terindah yang pernah ia miliki dalam hidupnya. kayak begini nih contohnya "Doi emank ga terlupakan walau dia suka tidur dan makan banyak kayak kebo, belum lagi suka ngamuk-ngamuk sendiri tapi dia pengertian banget, ngerti apa yang gw rasa, gw kangen banget ama masa-masa dulu bareng Doi". Asiiiiiiiieeekkk geboy dah ahh

Jangan takut untuk menulis lembaran demi lembaran itu, jangan pernah nyesal menjadi orang baik (aneh aja kali ya diciptain jadi manusia baik kok nyesel?) start something small to create something big. Kita bisa memulai dengan hal kecil seperti membuat guratan senyum di bibirnya.

Good Luck guysss


Kamis, 14 Februari 2013

Keahlian-Keahlian Bayi Sejak Masih Dalam Kandungan




Proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.Berikut keahlian-keahlian bayi yang sudah dimiliki sejak dalam kandungan, menurut Fred J. Schwartz, MD, ahli anestesi dari Piedmont Hospital in Atlanta, Georgia.

(1) Kebiasaan Menghisap Jempol

Wajar jika kebanyakan bayi suka mengisap jempol, karena ternyata kebiasaan ini sudah dimulai sejak dalam kandungan. Refleks isap ini membantu bayi saat akan menyusu, maka ibu tidak perlu lagi memaksakan untuk menyodorkan puting. Keahlian mengisap jempol ini sudah mulai sejak minggu ke-19 karena otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik sehingga ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.

(2) Kebiasaan Berenang

Sejak bayi di dalam kandungan ia sudah terbiasa berada di dalam air selama 9 bulan, yaitu cairan ketuban. Bayi sedang senang-senangnya berenang di usia kehamilan 20 minggu. Saat ini bayi sedang membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu, mungkin karena panjangnya baru separuh dari panjang lahir dan beratnya baru sekitar 340 gram sehingga ia masih punya banyak ruang untuk berenang.

(3) Kebiasaan Cegukan

Saat hamil, terkadang ibu merasakan gerakan continu di satu bagian perutnya. Bisa jadi saat itu janin sedang cegukan. Hal ini biasanya dirasakan sejak kandungan menginjak minggu ke-25. Hal ini menandakan bahwa janin sedang berlatih pernapasan. Saat ini janin menghirup dan mengeluarkan air ketuban, ketika air ketuban yang tertelan terlalu banyak maka ia akan cegukan. Hal ini sesuatu yang wajar.

(4) Mendengar

Banyak yang menyarankan ibu hamil sering-sering berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Hal ini benar, karena meski masih di dalam kandungan, janin sudah dapat mendengar suara ibunya sendiri dan suara orang lain di sekitarnya. Saat melakukan USG 4 dimensi, selain memeriksa kelengkapan organ tubuh, dokter juga akan meminta janin melakukan sesuatu dan melihat respon si janin. Misalnya, ketika janin sedang menunduk, ketika dokter meminta ia menegakkan kepala, ternyata janin bisa mengikuti perintah. Jadi sebaiknya ibu hamil berhati-hati dalam berkata-kata karena janin juga bisa mendengar jika ibunya sedang marah-marah. Hal ini terbukti dengan reaksi perut yang langsung mengencang.

(5) Membedakan Terang dan Gelap

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi sejak dalam kandungan 27-28 minggu sudah bisa membuka matanya, sehingga sudah bisa membedakan antara gelap dan terang. Bisa terlihat ketika dokter menempelkan senter di perut, ia bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim. Bahkan janin bisa mengedipkan mata jika menurutnya terlalu silau atau terang.

(6) Mengekspresikan Diri

Sejak dalam kandungan janin ternyata sudah bisa mengekspresikan diri sesuai dengan yang sedang dirasakan ibunya. Jika ibu dalam keadaan bahagia, duduk santai sambil mendengarkan musik, maka janin juga akan merasakan kebahagiaan tersebut sehingga ia akan tersenyum. Sebaliknya, jika ibu sedang stres, maka janin akan menyengitkan dahi. Lihat saja pada potret USG 4 dimensi bayi Anda.

(7) Belajar Dua Bahasa

Ternyata, bayi di dalam kandungan bisa belajar memahami bahasa yang sering ia dengar, bahkan hingga dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini terbawa hingga mereka lahir. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di Psychological Science, bayi yang terbiasa mendengar dua bahasa selama dalam rahim ibunya kelak akan lebih mudah belajar dua bahasa. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian psikolog dari Universitas of British Columbia dan Organization for Economic Cooperation and Development di Perancis.

10 Alasan Mengapa Membaca Lebih Unggul Dari Menonton

Membaca seharusnya adalah sebuah kegiatan yang wajib menjadi kebiasaan dalam rumah tangga kita. Mengapa? Setidaknya ada 10 alasan untuk menjawabnya:

(1) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Sebab membaca lebih merangsang aktifnya hubungan sel-sel neuron otak dibanding menonton. Membaca setidaknya, memerlukan fokus konsentrasi yang lebih tajam dibanding menonton.



(2) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Karena membaca lebih mampu membangun kebiasaan intelektual dibanding menonton. Kebiasaan yang dijaga akan menghasilkan karakter dalam diri anak. Siapa yang tidak ingin punya anak dengan karakter intelektual tinggi? Nah, cinta membaca adalah cara yang lebih terjamin untuk mencapai hal itu dibanding dengan menonton.

(3) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Membaca akan membuat otak lebih mampu menyusun informasi yang masuk dalam bentuk yang lebih rapi dibandingkan menonton. Penyajian informasi lewat buku pasti selalu lebih runut, teratur dan sistematis dibanding film yang lebih menyajikan rangsang visual cepat. Nah, anak yang mampu menyusun informasi lebih rapi di otaknya, kelak akan mampu berbicara dan menulis dalam bahasa yang lebih runut, rapi dan lengkap. Hal ini sangat penting kelak bila anak telah tumbuh dewasa dan harus mempresentasikan ide-ide briliannya pada orang lain.



(4) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Sebab bila seorang anak telah memiliki kemampuan dan keterampilan membaca dengan baik, ia sama sekali tidak mengalami masalah bila harus menyerap informasi lewat tontonan. Namun sebaliknya tidak mudah, anak yang terbiasa menonton jelas sangat mungkin mengalami kesulitan ketika harus menyerap informasi lewat kegiatan membaca.
·
(5) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Salah satu kelebihan utama membaca dibanding menonton adalah: membaca jauh lebih kuat mendorong seseorang untuk menulis. Orang yang mampu menulis setidaknya mempunyai 2 kelebihan: ilmu atau ide yang siap dibagi dengan orang lain dan kemampuan menyusun pikiran dalam bahasa tertulis. Di sepanjang zaman, seorang penulis selalu mempunyai posisi intelektual yang lebih baik, yang membuatnya tetap mempunyai jarak dengan orang yang tidak menulis, walaupun ilmu mereka sama.

(6) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Membaca lebih unggul dari menonton karena seorang pembaca jauh lebih mampu menggali sebuah informasi. Hal ini penting, terutama bila kelak anak tumbuh dewasa dan memasuki dunia akademik yang serius. Sebuah persoalan biasanya tidak hanya dipandang dari satu sisi, tetapi dari beberapa sisi. Orang yang skillfull dalam membaca akan lebih sabar dalam mencari informasi dibanding seorang penonton. Bukankah dari awal kegiatan membaca memang lebih aktif dibanding menonton?



(7) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Membaca sejatinya lebih unggul dibanding menonton karena orangtua dan anak bisa lebih menikmati sebuah bacaan. Jarang sekali orangtua dan anak yang sedang menonton bersama akan saling menatap. Paling banyak yang terjadi adalah komentar-komentar sesaat, itu pun bila ada adegan yang menarik. Terlalu banyak komentar akan mengganggu proses menonton bukan? Sebaliknya, dalam membaca, orangtua dan anak punya waktu dan kesempatan yang banyak untuk saling menatap, berinteraksi dalam ucapan dan sentuhan. Luar biasa.

(8) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Sebab membaca lebih dapat dilakukan dimana saja dibanding menonton. Buku dapat dibaca di dalam kendaraan, dibaca di tempat piknik, dibaca di penginapan, dan dimana saja, termasuk di tempat-tempat yang tidak memiliki sumber listrik atau baterai. Akibatnya, membaca berulang kali lebih mungkin dibanding menonton. Bayangkan, berapa banyak informasi yang masuk ke dalam benak dari sebuah bacaan yang dibaca berulang kali?

(9) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Bukankah ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan berbunyi, “Bacalah…”? Jadi tidak ada peradaban unggul bisa dibangun tanpa kebiasaan membaca. Sementara banyak kebudayaan runtuh karena rakyatnya lebih banyak “menonton” semua perubahan secara pasif.

(10) Mengapa Membaca Lebih Unggul dari Menonton?
Sebab membaca lebih membuat imajinasi kita terasah: lebih tajam dan sekaligus lebih lebar dibanding menonton. Bagaimana mungkin tidak, bukankah saat membaca kita harus membayangkan gerakan gambar dan adegan, memaksa imajinasi kita bekerja keras? Sedangkan saat menonton, imajinasi itu tumpul karena gerakan, ekspresi, adegan, bahkan suara pun sudah dihadirkan secara utuh.

Rabu, 13 Februari 2013

On February

     Ayah Bunda lihatlah anak mu sekarang. Bertambah umurku satu tahun lagi dan berkurang usiaku 1 tahun lagi dimuka bumi. Ayah lihatlah anakmu yang dulu masih memegang jari telunjuk saat ku tak dapat menggenggam semua tangganmu, dan kini jari-jari ini tumbuh lentik dan ingin selalu menyentuhkan tangan mu dikeningku.
Ya, aku masih sangat ingat itu dengan baik. Engkau selalu membelaku saat aku dipaksa mengerjakan pekerjaan rumah dan lebih memelih mengerjakannya dari tanganmu sendiri ketimbang aku merasa lelah, tapi kini tangan ini, benar-benar tagih untuk selalu mengerjakannya. Engkau tak pernah memaksaku untuk berpenampilan anggun, serba pink, seperti boneka, bermain barbie, masak-masakan. Tapi ayah lihat lha anakmu sekarang, aku sudah benar benar sadar apa tugasku sebenarnya.


     Ibu anakmu yang tidak suka rok dan warna pink ini, sekarang sudah menyukainya. Dulu yang hanya bisa memakan santapan darimu, sekarang selalu ingin menemanimu untuk membuat santapan enak yang dinikmati ayah. Dulu yang selalu malu ketika engkau temani setiap kegiatanku, sekarang malah ingin selalu ditemani. Selalu memarahi ketika aku bernampilan cuek, rambut digerai, muka berminyak baju acak-acakan, kamar berantakan, ahhhhhh mungkin masih banyak lagi yang belum tersebut. Ketika aku tambah dewasa rasa sayangmu tak berasa sedikitpun kurang. Masih tetap marah ketika aku bangun siang, kamar berantakan, sibuk dengan kegiatan, tidak tahu dengan cara memasak, dan masih banyak lagi. Ibuuu,, tahukah engkau, aku masih akan setia mendengar marahan mu, masih akan setia meminta doa darimu setiap kaki ini mulai melangkah, karena aku tahu, aku tahu engkau sangat sayang denganku.

     Tapi, kini saat usiaku seperti ini. Apa yang sudah aku berikan untuk kalian?. Apa kebahagiaan yang sudah aku berikan ?. Nantilah aku Ayah, nanti lah aku Bunda. Saat anakmu memakai hijab dan diatasnya dihiasi topi toga bertali, baju kebaya dan tersenyum bersama saat mereka mendekati untuk mengabadikan moment penting di masa usia. Nantilah aku Ayah, saat engkau terucap ingin aku bernampilan anggun seperti anak perempuan lain. Nantilah aku Bunda, saat engkau menginginkan anakmu berdiri diatas podium kelas sambil memegang spidol dan merangkai angka yang disaksikan puluhan anak didik dengan saksama, saat aku berjalan dan mereka berlari mendekat untuk memberi salam pada anakmu.

Saksikanlah Ayah, saksikanlah Bunda, Tunggu aku disegala impian-impianmu.

Senin, 14 Januari 2013

Di lorong penantian

Lorong itu adalah saksi penantian ku
menunggu sosok pria dibaliknya
perlahan mendekati membawa berita baik bagi wanitanya

Siang itu,
ku langkahkan kaki kesana
penuh rasa gembira, dan mulut yang terus memanjatkan doa
berharap kali ini benar-benar ada

Cuaca yang berubah-ubah tak menyurutkan hati untuk melangkah,
membawa sebongkah harapan
harapan yang tak kunjung datang jua,
terus kupandangi jam ini, sambil memandang lorong penantian

Berusaha mensugesti diri bahwa ini akan indah pada akhirnya,
harus indah, masih dengan lorong penantian itu
dengan sosok pria datang dibaliknya
mendekati ku penuh rasa rindu,

Jumat, 28 Desember 2012

Apakah Lupa Merupakan Faktor Genetika ?





Hallow ... Bingung dengan pertanyaan ini. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan diatas sesuai dengan kemampuan yang pernah saya baca dan saya dengar.

Lupa / Pikun / Alzheimer, begitulah sebutan masyarakat untuk penyakit yang satu ini. yappss ini adalah suatu penyakit yang juga bisa mematikan  jika kita membiarkannya terus menggerogoti otak kita. Contoh kecilnya misalnya pada saat hendak bepergian kamu LUPA mematikan api kompor , Nahhhh bayangkan saja jika ini benar-benar terjadi pada kehidupan anda (bayangin aja ya, jangan dipraktikan). Bisa repottt toh ?


Penyakit Alzheimer adalah penyakit genetika, namun peran penting faktor non-genetika (lingkungan) juga ikut terlibat, dimana faktor lingkungan sebagai pencetus faktor genetika. Nah penyakit ini sendiri di sebabkan oleh berbagai hal, misalnya :
- Kematian sel otak
- Kelainan Genetika (seperti neurotransmiter, defisit formasi sel-sel filament, presdipososo herifiter)
- Faktor Luar (Seperti intoksikasi logam, gangguan fungsi imunitas, infeksi virus, polusi udara/industri   trauma, dll)
- Faktor Makanan atau minuman yang mengandung logam berat.

Penyakit ini juga tidak menutup kemungkinan diderita oleh umur dibawah 60 Tahun. Penyakit Alzheimer memang tidak menular namun dapat diturunkan. Jika orangtua memiliki riwayat Alzheimer, Risiko menurun pada anaknya cukup besar.

Jika ada masalah tentu harus ada solusinya, Berikut solusi meringankan Alzheimer :
- Gaya hidup sehat, olahraga, makan dan minuman yang segar (bebas radikal karena ini dapat merusak sel-sel tubuh),  tidak merokok maupun mengkonsumsi alkohol
- Menjaga kebugaran otak, misal dengan membaca, mengulangi pelajaran, atau membuat kreativitas
- Bisa juga dengan bermeditasi
- Biasakan minum air putih, kurang minum berarti kurang oksigen, akibatnya sel-sel otak kurang aktif dan tidak berkembang, bahkan bisa menciut dan otak tidak bisa menjalankan fingsi sebagaimana normalnya. nah inilah yang membuat seseorang gampang LUPA sulit konsentrasi dan LEMOT.

Jika ada pertanyaan yang lebih lanjut, hubungi dokter terdekat.
Terima kasih

Share It